PERMANGANOMETRI
A.
PEMBAHASAN
Permanganometri merupakan metode
titrasi dengan menggunakan kalium permanganat, yang merupakan oksidator kuat
sebagai titran. Titrasi ini didasarkan atas
titrasi reduksi dan oksidasi atau redoks. Kalium permanganat telah digunakan
sebagai pengoksida secara meluas lebih dari 100 tahun. Reagensia ini mudah
diperoleh, murah dan tidak memerlukan indikator kecuali bila digunakan larutan
yang sangat encer. Permanganat bereaksi secara beraneka, karena mangan dapat
memiliki keadaan oksidasi +2, +3, +4, +6, dan +7. Standarisasi dapat dilakukan dengan beberapa reduktor, seperti : As2O3,
Fe, Na2C2O4, H2C2O4.2H2O,
KHC2O4, K4{Fe(CN)6}, Fe(NH4)2(SO4)2.
Reaksi
ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu.
Titrasi dengan KMnO4 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasi
dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe+, asam atau garam oksalat yang dapat
larut dan sebagainya. Beberapa ion logam
yang tidak dioksidasi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan
permanganometri seperti:
(1)
ion-ion Ca, Ba, Sr, Pb, Zn, dan Hg (I) yang dapat
diendapkan sebagai oksalat. Setelah endapan disaring dan dicuci, dilarutkan
dalam H2SO4 berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Asam
oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya
ion logam yang bersangkutan.
(2) ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan
sebagai garam khromat. Setelah disaring, dicuci, dan dilarutkan dengan asam,
ditambahkan pula larutan baku FeSO4 berlebih. Sebagian Fe2+ dioksidasi oleh
khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya
dengan KMnO4.
Pada
proses titrasi permanganometri tidak perlu ditambahkan indikator untuk mengatahui
terjadinya titik ekivalen, karena MnO4 - yang berwarna ungu dapat berfungsi
sebagai indikator sendiri ( auto indikator ).
Reaksi
reduksi ion permanganat (MnO4 -) tergantung pada suasana larutan. Dalam
suasana asam ion permanganat (MnO4 -) yang berwarna ungu mengalami reduksi
menjadi Mn2+ yang
tidak berwarna menurut reaksi :
MnO4 - + 8H+ + 5e- ® Mn2+ + 4H2O
Dengan demikian, 1
ekivalen MnO4 - = 1/5 mol, atau berat ekivalen (BE) = 158/5 = 31,6. Dalam
suasana asam ini dapat digunakan untuk menentukan secara langsung berbagai
macam kation maupun anion, antara lain :
Kation / anion
Hasil oksidasi
Fe2+, Sn2+, VO2+, H2O2
Fe3+, Sn4+, VO3 -, O2
Mo3+, As3+, Ti3+, U4+
Mo3+, As3+, Ti3+, U4+
C2O4 2-, NO2 -, SO3 2-
CO2, NO3 -, SO4 2-
Sedangkan secara
tidak langsung, melalui penambahan reduktor berlebih dapat digunakan untuk
menentukan : MnO4
-, Cr2O7 2-, Ce4+, MnO2, Mn3O4, PbO2, Pb2O3, dan Pb3O4.
Dalam suasana
netral dan basa, MnO4 - mengalami reduksi menjadi endapan
MnO2 yang berwarna
hitam, menurut reaksi :
MnO4 - + 2H2O + 3e- ® MnO2 + 4OH-
Dalam reaksi
tersebut, 1 ekivalen MnO4 - = 1/3 mol, atau berat ekivalen
(BE) = 158/3 = 52,7. Zat-zat yang dapat ditentukan secara permanganometri dalam
suasana netral dan basa ini antara lain garam-garam Mn(II), asam format, dan
garam format.
Satu tetes 0,1 N permanat memberikan warna merah muda
yang jelas pada volumen dari larutan yang biasa dipergunakan dalam titrasi.
Warna ini dipergunakan untuk mengidentifikasi kelebihan reagen tersebut.
Permanganat menjalani beragam reaksi kimia, karena mangan dapat hadir dalam
kondisi-kondisi oksidasi +2, +3, +4, +6, dan +7. Kelebihan sedikit dari
permanganat yang hadir pada titik akhir titrasi cukup untuk mengakibatkan
terjadinya pengendapan sejumlah MnO2.
Teknik titrasi ini biasa digunakan untuk menentukan kadar oksalat.
Permanganometri juga bisa digunakan untuk menentukan kadar belerang, nitrit,
fosfit, dan sebagainya. Cara titrasi permanganometri ini banyak digunakan dalam
menganalisa zat-zat organik.
Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat
asam lemah, netral atau basa lemah. Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang
bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak-balik, sedangkan
potensial elktroda sangat bergantung pada pH. Pereaksi kalium permanganat bukan
merupakan larutan baku primer dan karenanya perlu dibakukan terlebih dahulu.
Titrasi dilakukan dalam
lingkungan asam, sebab untuk menjaga supaya konsentrasi hidrogen ion (H⁺) tetap selama titrasi berlangsung karena dalam lingkungan netral atau basa
sebagian dari KMnO4 diubah menjadi MnO4 sehingga larutan
berwarna coklat yang akan menyukarkan pengamatan pada titik akhir titrasi.
Sebagai asam umumnya digunakana H2SO4 encer tidak dapat
digunakan HCl, HBr, HI, atau HNO3, sebab:
1. HCl, HBr, HI akan dioksidsi sendiri oleh KMnO4.
2.
HNO3 sendiri
bersifat sebagai oksidator .
Reaksi ini berjalan lambat dalam keadaan asam, tapi cepat dalam keadaan
netral. Kelebihan sedikit dari permanganate yang hadir pada titik akhir dari
titrasi cukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumlah MnO2.
Bagaimanapun juga, mengingat
reaksinya berjalan lambat, MnO2 tidak diendapkan secara normal pada
titik akhir titrasi-titrasi permanganate.
Tindakan pencegahan khusus harus
dilakukan dalam pembuatan larutan permanganate. Mangan oksida mengkatalisis
dekomposisi larutan permanganate. Jejak-jejak dari MnO2 yang semula ada dalam
permanganate, atau berbentuk akibat reaksi antara permanganate dengan
jejak-jejak dari agen-agen pereduksi di dalam air, mengarah pada dekomposisi.
Tindakan-tindakan ini biasanya berupa larutan Kristal-kristalnya, pemanasan
untuk menghancurkan substansi-substansi yang dapat direduksi, dan penyaringan
melalui asbestos atau gelas yang disinter (filter-filter non pereduksi) untuk
menghilangkan MnO2.
Biasanya sebelum disaring dipanaskan terlebih dahulu selama 15-30 menit, jika
tidak dipanaskan, sebagai alternative larutan didiamkan dalam suhu ruang selama
2-3 hari. Larutan tersebut kemudian distandardisasi, dan jika disimpan dalam
gelap dan tidak diasamkan, konsentrasinya tidak akan banyak berubah selama
beberapa bulan. Larutan kalium permanganate harus disimpan dalam tempat yang
bersih, berbahan kaca dengan warna gelap yang sebelumnya telah dibersihkan
dengan larutan pembersih kemudian dibilas dengan deionised water.
B. INDIKATOR
Dalam titrasi permanganometri
tidak diperlukan indikator, karena larutan standar KMnO4.sudah
berfungsi sebagai indikator sendiri (auto indikator) yaitu MnO4
bewarna merah violet setelah dereduksi menjadi Mn²⁺ yang tidak berwarna dan didalam
jumlah yang sedikit mennyebabakan jambon pucat.
Aplikasi lain KMnO4 adalah
sebagai reagen untuk mensintesis senyawa organik dalam jumlah signifikan
dibutuhkan untuk sintesis asam askorbat, kloramfenikol, sakarin, asam isonikotinat
dan asam pirazionik.
C. LARUTAN STANDARD
Dalam suatu titrasi bila larutan titran dibuat dari
zat yang kemurniannya tidak pasti, perlu dilakukan pembakuan. Untuk pembakuan
tersebut digunakan zat baku yang disebut larutan baku primer. Larutan standar
primer adalah larutan dimana kadarnya dapat diketahui secara langsung dari
hasil penimbangan. Contohnya K2Cr2O4, As2O3 dan
sebagainya. Adapun syarat–syarat larutan standar primer adalah :
1. Mudah diperoleh dalam
bentuk murni
2. Mempunyai kemurnian
tinggi
3. Mempunyai rumus
molekul yang pasti
4. Tidak mengalami
perubahan saat penimbangan
5. Mempunyai
berat ekivalen yang tinggi jadi kesalahan penimbangan dapat diabaikan.
http://nenyrahmawati.blogspot.com/p/chemistry.html
Kelebihan dan Kekurangan Permanganometri
1.
kelebihan
- mudah dilakukan dan efektif
- tidak memerlukan indicator
Titrasi permanganometri ini lebih mudah
digunakan dan efektif, karena reaksi ini tidak memerlukan indicator, hal ini
dikarenakan larutan KMnO4 sudah berfungsi sebagai indicator, yaitu
ion MnO4- berwarna ungu, setelah diredukdsi menjadi ion
Mn-tidak berwarna, dan disebut juga sebagai autoindikator.
2.
Kekurangan
- larutan kalium permanganat jika terkena cahaya atau dititrasi cukup lama maka mudah terurai menjadi MnO2 , sehingga pada titik akhir titrasi akan diperoleh pembentukan presipitat coklat. Oleh karena itu penggunaan buret yang berwarna gelap itu lebih baik.
- Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara MnO4- dengan Mn2+. Dengan reaksi :
MnO4- + 3Mn2+ + 2H2O ↔ 5MnO2 + 4H+
Oleh karena itu pula, penambahan pentiter
pada proses titrasi harus sedikit demi sedikit, agar kesalahan dalam
menentukan titik akhir titrasi dapat dihindari.
Sumber-sumber
kesalahan pada titrasi permanganometri, antara lain terletak pada: Larutan
pentiter KMnO4¬ pada buret Apabila percobaan dilakukan
dalam waktu yang lama, larutan KMnO4 pada buret yang terkena sinar
akan terurai menjadi MnO2 sehingga pada titik akhir titrasi akan
diperoleh pembentukan presipitat coklat yang seharusnya adalah larutan berwarna
merah rosa. Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti
H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu
cepat pada larutan H2C2O4 yang telah
ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung
menyebabkan reaksi antara MnO4- dengan Mn2+. MnO4-
+ 3Mn2+ + 2H2O ↔ 5MnO2 + 4H+
Penambahan KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan seperti H2C2O4
Pemberian KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan H2C2O4
yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan mungkin
akan terjadi kehilangan oksalat karena membentuk peroksida yang kemudian
terurai menjadi air. H2C2O4 + O2 ↔
H2O2 + 2CO2↑
H2O2
↔ H2O + O2↑
Hal ini dapat
menyebabkan pengurangan jumlah KMnO4 yang diperlukan untuk titrasi
yang pada akhirnya akan timbul kesalahan titrasi permanganometri yang dilaksanakan.
Manfaat Titrasi Permanganometri
Untuk
mengetahui kadar dari zat-zat yang bilangan oksidasinya masih dapat dioksidasi.
Dalam bidang industri, metode ini dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air,
dimana secara permanganometri dapat diketahui kadar suatu zat sesuai dengan
sifat oksidasi reduksi yang dimilikinya, sehingga dapat dipisahkan apabila
tidak diperlukan atau berbahaya.
terror-error.blogspot.com/2013/06/permanganometri.html
Kalium Permanganat (KMnO4)
Kalium
permanganat memiliki nama lain yaitu chameleon mineral, CI 77755, kristal
condy’s dan cairox. Merupakan kristal yang berwarna ungu menjadi kristal
perunggu dan stabil. Apabila kontak dengan senyawa yang mudah menyala akan
menyebabkan kebakaran dan dijauhkan dari senyawa pereduksi, asam kuat, material
organik, peroksida, alkohol dan senyawa kimia logam aktif. Kalium permanganat
merupakan oksidator kuat.
Sifat-sifat fisik
dari kalium permanganat adalah
|
1
|
Penampakan
|
Kristal ungu seperti kristal perunggu
|
|
2
|
Titik lebur
|
150 0C (terdekomposisi)
|
Dari hasil penelitian
toksisitas kalium permanganat adalah sebagai berikut:
- Apabila dimakan oleh tikus dengan dosis 1090-2157 mg/kg mengakibatkan kematian sebanyak 50 % (LD50).
- Apabila dimakan oleh wanita dengan konsentrasi terkecil 100 mg/kg mengakibatkan kematian.
- Apabila dimakan oleh babi dengan dosis 1151 mg/kg mengakibatkan kematian sebanyak 50 % (LD50).
Senyawa ini panas
apabila dimakan atau dihisap, juga mengakibatkan panas apabila terjadi kontak
dengan kulit. Dengan sedikit larutan potasium permanganat dapat menyebabkan
melarutkan seng dengan menggunakan air yang banyak.
Pencegahan yang dapat
dilakukan apabila terkena kalium permanganat:
Mata : sesegera mungkin bilas dengan menggunakan air yang
banyak, lakukan hal tersebut kurang lebih selama sepuluh menit.
Kulit : cuci dengan menggunakan air yang banyak. Buang kain
yang telah terkena zat tersebut, jika kuit terlihat rusak maka segera bawa ke
dokter.
Tertelan : sesegera mungkin pergi ke dokter.
Untuk keselamatan kerja sebaiknya perhatikan hal-hal
berikut ini:
- Jauhkan dari senyawa yang mudah terbakar
- Jika terkena mata, segeralah bawa ke dokter
- Gunakan pakaian dan sarung tangan yang layak dipakai dan dapat melindungi kita.
- Gunakan masker wajah
- Jika sudah merasa tidak enak badan, segeralah bawa ke dokter